Dalam sistem hidrolik, pemilihan oli bukan sekadar soal harga, tetapi menentukan umur komponen, efisiensi energi, stabilitas operasi, hingga potensi downtime. Banyak perusahaan industri masih bingung memilih antara oli hidrolik berbasis mineral atau sintetis (synthetic). Artikel ini menjelaskan perbedaan paling penting, kelebihan, kekurangan, hingga panduan memilih oli yang paling tepat untuk kebutuhan industri Anda.
Apa Itu Oli Hidrolik Berbasis Mineral?
Oli mineral berasal dari hasil rafinasi minyak bumi. Ini adalah tipe oli paling umum digunakan pada sistem hidrolik di pabrik, alat berat, hingga marine system.
Kelebihan Oli Mineral
-
Harga lebih ekonomis
-
Mudah didapat di hampir semua supplier
-
Cocok untuk aplikasi standar
-
Stabil pada suhu operasi normal (40–60°C)
Kekurangan Oli Mineral
-
Lebih cepat teroksidasi
-
Viscosity Index (VI) lebih rendah → berubah kekentalan saat suhu naik
-
Umur pakai lebih pendek
-
Kurang ideal untuk lingkungan dengan beban temperatur ekstrem
Apa Itu Oli Hidrolik Synthetic?
Oli synthetic diproduksi melalui proses kimia yang menghasilkan struktur molekul lebih stabil, sehingga performanya lebih konsisten.
Kelebihan Oli Synthetic
-
VI tinggi → stabil di suhu rendah maupun tinggi
-
Umur oli lebih panjang
-
Meningkatkan efisiensi pompa dan valve
-
Lebih tahan oksidasi
-
Ideal untuk heavy duty: mining, steel mill, marine, injection molding
Kekurangan Oli Synthetic
-
Harga lebih tinggi (bisa 2–3x oli mineral)
-
Tidak semua seal/komponen cocok—perlu verifikasi kompatibilitas
-
Tidak wajib digunakan jika mesin hanya bekerja pada duty ringan
Perbandingan Kinerja: Mineral vs Synthetic
| Parameter | Oli Mineral | Oli Synthetic |
|---|---|---|
| Stabilitas suhu | Standar | Sangat stabil |
| Umur pakai | Pendek–sedang | Panjang |
| Perlindungan terhadap wear | Baik | Sangat baik |
| Tahan oksidasi | Cenderung cepat rusak | Tinggi |
| Harga | Murah | Mahal |
| Cocok untuk | Operasi normal | Operasi berat/ekstrem |
Bagaimana Pemilihan Oli Mempengaruhi Komponen Hidrolik?
1. Pompa Hidrolik
Oli mineral terlalu encer di suhu tinggi dapat menyebabkan internal leakage, menurunkan efisiensi dan pressure output.
Oli synthetic menjaga kekentalan tetap stabil → tekanan tetap optimal.
2. Valve & Control System
Oli synthetic membantu menjaga cleanliness dan stabilitas sehingga valve spool tidak mudah stuck.
3. Filter Hidrolik
Synthetic oil biasanya memiliki oxidation stability lebih baik → menghasilkan lebih sedikit sludge.
Ini membuat filter (seperti Hengst Filter) bekerja lebih efisien dan umur service lebih lama.
Kapan Oli Mineral Lebih Cocok?
Gunakan oli mineral jika:
-
Sistem bekerja pada temperatur normal (40–60°C)
-
Duty cycle ringan – moderate
-
Anggaran perusahaan terbatas
-
Mesin tidak membutuhkan VI yang tinggi
Contoh aplikasi:
-
General manufacturing
-
Workshop machinery
-
Light hydraulic power unit (HPU)
Kapan Oli Synthetic Lebih Disarankan?
Gunakan oli synthetic jika:
-
Suhu operasi sering naik (di atas 70°C)
-
Siklus kerja berat / 24 jam non-stop
-
Menghadapi lingkungan ekstrem: outdoor, marine, mining
-
Menginginkan interval penggantian oli lebih lama
Contoh aplikasi:
-
Steel mill
-
Marine hydraulic system
-
Injection molding machine
-
Excavator / mining equipment
Bagaimana Dampaknya Terhadap Downtime?
Oli yang salah bisa menyebabkan:
-
Overheat
-
Cavitation di pompa
-
Sludge yang menyumbat filter
-
Valve sticking
-
Turunnya efisiensi sistem 10–30%
Mengupgrade dari mineral ke synthetic bisa mengurangi risiko downtime hingga 40–60%, terutama pada sistem heavy duty.
Panduan Pemilihan Oli Hidrolik untuk General Industry
-
Cek manual mesin & kompatibilitas seal
-
Tentukan range suhu kerja dan duty cycle
-
Lihat standar mutu:
-
ISO VG (grade kekentalan)
-
Anti-wear (AW)
-
Oxidation resistance
-
-
Evaluasi cost vs lifetime
Synthetic memang mahal, tapi interval penggantian lebih panjang → ROI positif. -
Gunakan filter berkualitas untuk menjaga umur oli
(Misal: Hengst Filter dengan microglass media 10/20 µm)
Mana yang Lebih Baik?
Tidak ada jawaban tunggal.
-
Untuk operasi normal, oli mineral sudah lebih dari cukup.
-
Untuk operasi berat atau suhu tinggi, synthetic jauh lebih unggul dan lebih hemat dalam jangka panjang.
Yang terpenting bukan sekadar jenisnya, tetapi konsistensi maintenance dan kualitas filtrasi sistem hidrolik.
Pelajari juga perbandingan merek filter hidrolik dunia untuk memilih filter yang sesuai dengan oli Anda.
Lihat standar kekentalan oli menurut ISO 3448.






