distributor hydraulic

Perbedaan Sistem Hydraulic Open Loop dan Closed Loop

New Blog

images (2)
Kawasaki Staffa Motor untuk Marine & Kapal: Solusi Hydraulic Motor untuk Aplikasi Marine
images (1)
Kawasaki Hydraulic Motor: M3X, M5X & M7V
Magnum-Water-Cannons-Feature-Image-Hose-Nozzle
Magnum Australia (Indonesia): Water Cannon, Valve, dan Spare Parts
image_870x_69e9d53dc7cc1
Perbedaan Sistem Hydraulic Open Loop dan Closed Loop
index_ph001
Kawasaki K3V Hydraulic Pump: Fungsi, Spesifikasi, dan Aplikasi

Perbedaan Sistem Hydraulic Open Loop dan Closed Loop

Table of Contents

Dalam sistem hidrolik, terdapat dua jenis konfigurasi yang umum digunakan, yaitu open loop hydraulic system dan closed loop hydraulic system.

Keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu mengubah energi mekanis menjadi hydraulic power. Namun, cara hydraulic oil bersirkulasi di dalam sistem berbeda.

Memahami perbedaan keduanya penting agar pemilihan hydraulic pump, hydraulic motor, dan komponen hidrolik lainnya sesuai dengan kebutuhan mesin.

Apa Itu Hydraulic Open Loop?

Pada open loop hydraulic system, hydraulic pump mengambil oli dari reservoir dan mengalirkannya menuju actuator seperti hydraulic cylinder atau hydraulic motor melalui control valve.

Setelah digunakan, oli kemudian kembali ke reservoir.

Secara sederhana:

Reservoir → Pump → Control Valve → Actuator → Reservoir

Sistem open loop banyak digunakan pada berbagai jenis mesin seperti:

  • Excavator
  • Crane
  • Wheel loader
  • Concrete pump
  • Hydraulic press
  • Agricultural machinery

Salah satu contoh hydraulic pump untuk aplikasi open loop adalah Kawasaki K3V, yaitu variable displacement axial piston pump yang banyak digunakan pada mobile hydraulic applications.

Apa Itu Hydraulic Closed Loop?

Pada closed loop hydraulic system, hydraulic oil bersirkulasi terutama antara hydraulic pump dan hydraulic motor.

Alirannya secara sederhana:

Pump → Hydraulic Motor → Pump

Sistem ini biasanya dilengkapi dengan charge pump untuk menjaga volume oli, mengganti oli yang hilang akibat leakage, serta membantu proses cooling dan filtration.

Closed loop banyak digunakan pada aplikasi yang membutuhkan kontrol kecepatan dan arah putaran, seperti:

  • Hydrostatic transmission
  • Track drive
  • Mobile machinery
  • Mining equipment
  • Agricultural machinery
  • Industrial drive system

Contoh hydraulic pump untuk closed-loop application adalah Kawasaki K8V.

Apa Perbedaan Open Loop dan Closed Loop?

Perbedaan paling mudah dapat dilihat dari jalur hydraulic oil.

Open Loop Closed Loop
Sirkulasi oli Kembali ke reservoir Pump ↔ Motor
Komponen utama Pump, valve, actuator, reservoir Pump, motor, charge circuit
Aplikasi umum Excavator, crane, press Hydrostatic drive, transmission
Kontrol Umumnya menggunakan control valve Pump/motor displacement
Hydraulic motor Bisa digunakan Umumnya digunakan

Open Loop

Open loop cocok untuk sistem yang memiliki beberapa fungsi hydraulic dan membutuhkan control valve untuk mengatur aliran ke masing-masing actuator.

Contohnya pada excavator, hydraulic pump dapat memasok flow untuk boom, arm, bucket, swing, dan travel melalui hydraulic control system.

Closed Loop

Closed loop lebih umum digunakan untuk hydraulic drive system, terutama ketika dibutuhkan kontrol speed, torque, dan direction yang baik.

Sistem ini banyak ditemukan pada hydrostatic transmission dan berbagai mobile equipment.

Mana yang Lebih Baik?

Sebenarnya tidak ada sistem yang selalu lebih baik antara open loop dan closed loop.

Pilihan tergantung pada kebutuhan aplikasi.

Jika mesin membutuhkan beberapa hydraulic functions seperti cylinder dan auxiliary system, open loop sering menjadi pilihan yang tepat.

Sedangkan jika sistem membutuhkan hydraulic drive dengan kontrol speed dan direction, closed loop dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai.

Hal yang paling penting adalah memilih hydraulic pump dan komponen lainnya berdasarkan hydraulic circuit dan kebutuhan aplikasi, bukan hanya berdasarkan pressure atau displacement.

Kesimpulan

Perbedaan utama hydraulic open loop dan closed loop terletak pada cara hydraulic oil bersirkulasi.

Pada open loop, oli mengalir dari reservoir → pump → actuator → kembali ke reservoir.

Sedangkan pada closed loop, oli terutama bersirkulasi antara pump dan hydraulic motor.

Memahami perbedaan ini dapat membantu dalam memilih hydraulic pump, hydraulic motor, dan komponen lainnya agar sesuai dengan sistem yang digunakan.

Butuh Hydraulic Pump atau Komponen Hidrolik?

Kami menyediakan berbagai kebutuhan hydraulic pump, hydraulic motor, hydraulic valve, dan hydraulic components untuk berbagai aplikasi industri dan mobile equipment.

Jika Anda membutuhkan bantuan memilih komponen untuk sistem open loop maupun closed loop, kirimkan part number, foto nameplate, atau informasi mesin kepada tim kami untuk proses identifikasi.

PT Intinusa Sejahtera Internasional (intisera) adalah distributor resmi Hengst Indonesia yang menyediakan berbagai kebutuhan suku cadang, termasuk filter hidrolik.

  • Phone / Whatsapps : +62 822 1122 8878
  • Email: info@intisera.com
  • address : Jl. Raya Panjang , Rukan Green Garden Blok Z-2. No. 66-67 Jakarta Barat-Indonesia
Selain Hengst Filtration System, kami juga menyediakan berbagai kebutuhan lainnya seperti: Selang hidrolik, Pompa hidrolik, Filter hidrolik, Katup Katup bola, Tes koneksi Pengukur tekanan, Pengukur level Unit, tenaga hidrolik, Komponen utama hidrolik.