Dalam dunia industri modern, menjaga kebersihan oli bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Salah satu standar yang digunakan untuk mengukur kebersihan oli adalah ISO 4406:99, yang dikenal dengan istilah triple code oil cleanliness level. Artikel ini akan membahas pentingnya oil cleanliness level dan bagaimana penerapannya untuk melindungi sistem hidrolik Anda.
Apa Itu Oil Cleanliness Level?
Oil cleanliness level adalah ukuran jumlah partikel kontaminan dalam oli, dinyatakan dalam format tiga angka (triple code). Standar ini mengacu pada ISO 4406, yang mengklasifikasikan jumlah partikel berdasarkan ukurannya:
- Partikel ≥ 4 mikron
- Partikel ≥ 6 mikron
- Partikel ≥ 14 mikron
Contohnya, kode 18/16/13 berarti:
- Ada 1.300–2.500 partikel ≥ 4 mikron per 1 mL oli
- Ada 320–640 partikel ≥ 6 mikron per 1 mL oli
- Ada 40–80 partikel ≥ 14 mikron per 1 mL oli
Semakin kecil angka-angka tersebut, berarti oli semakin bersih.
Kenapa Oil Cleanliness Level Penting?
Partikel kecil yang tidak terlihat oleh mata telanjang bisa menyebabkan:
- Keausan komponen seperti pompa, valve, dan aktuator
- Peningkatan downtime akibat kerusakan sistem
- Biaya perawatan yang tinggi
Menjaga level kebersihan oli sesuai standar akan meningkatkan umur pakai komponen dan efisiensi operasional.
Tabel Rekomendasi Cleanliness Level
Berikut adalah rekomendasi level kebersihan oli berdasarkan sensitivitas sistem terhadap kotoran:
|
Dirt |
Contoh |
Cleanliness |
|
Sangat Kritis |
Servo valve, high power, komponen sangat |
≤ 16/12/9 |
|
Kritis |
Proportional hydraulics |
≤ 18/13/10 |
|
Sangat Tinggi |
High pressure system, heavy duty |
≤ 19/14/11 |
|
Tinggi |
Operasi tidak terus-menerus, komponen cukup |
≤ 20/16/13 |
|
Normal |
Low pressure system (< 14 MPa) |
≤ 21/17/14 |
Catatan:
Bahkan oli baru dari pabrik belum tentu memenuhi standar ini, sehingga perlu dilakukan filtrasi tambahan sebelum digunakan.
Cara Menjaga Oil Cleanliness Level
Beberapa langkah untuk menjaga kebersihan oli:
- Gunakan filter berkualitas yang sesuai dengan target cleanliness level.
- Lakukan oil sampling dan monitoring rutin.
- Pastikan prosedur pengisian oli bersih dan tertutup dari kontaminan.
- Gunakan sistem filtrasi offline (kidney loop filter) untuk pembersihan tambahan.
Kesimpulan
Oil cleanliness level adalah faktor krusial dalam menjaga performa, efisiensi, dan umur panjang sistem hidrolik. Dengan memahami standar ISO 4406 dan menerapkan best practices dalam filtrasi oli, Anda bisa mencegah kerusakan komponen mahal dan mengurangi downtime.
[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]






